Welcome to QTA1, we hope you will enjoy our products and have good experience

Post on /

Waspada Serangan Hama Tanaman Padi Di Musim Hujan

Memasuki musim hujan tahun ini, para petani mulai sibuk mempersiapkan lahan untuk segera mengolah sawah dan menanam padi. Petani selalu bersemangat dengan penuh harapan untuk memperoleh hasil panen yang melimpah. Keberhasilan dalam usaha pertanian sangat menentukan kualitas hidup masayarakat petani. Akhir-akhir ini harapan para petani untuk memperoleh hasil panen yang membagakan baik secara kuantitas maupun kualitas sering kandas, karena dalam prakteknya berbagai kendala muncul silih berganti.

Kendala alam seperti banjir, kekeringan atau berkembangnya OPT tidak jarang menyebabkan tanaman yang dibudidayakan mengalami puso atau gagal panen. Berbekal dari pengalamam dimusim-musim sebelumnya, diharapkan para petani dapat belajar mengingat irama atau gejolak alam yang sering muncul di lahan pertaniannya. Secara umum di musim hujan hama maupun penyakit berkembang lebih pesat dan mengakibatkan kerusakan tanaman lebih parah. Oleh karena itu, perlu diwaspadai perkembangan OPT utama pada di musim hujan ini, apalagi sumber OPT dari musim sebelumnya berkembang dengan intensitas yang tinggi, hal ini diduga karena terjadi anomali iklim yang ditunjukan dengan musim kemarau basah.

Upaya peningkatan produksi padi terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kecukupan pangan secara nasional. Namun demikian, cekaman lingkungan biotik dan abiotik dengan frekuensi yang semakin meningkat serta dukungan sumberdaya lahan dan air yang telah menurun kualitas dan kuantitasnya, menyebabkan produktivitas padi masih rendah. Perubahan irama iklim yang terjadi semakin sulit diramalkan, kondisi semacam ini secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada perubahan perilaku organisme yang berkembang di pertanaman padi. Ketidaknormalan iklim ini berakibat pula pada meningkatnya gangguan oleh berbagai organisme pada tanaman padi. Kondisi musim kemarau dengan curah hujan yang masih tinggi membuat peluang besar terhadap berkembangnya organisme pengganggu tumbuhan. Hama wereng batang coklat, penggerek batang padi kuning, dan tikus masih menjadi hama utama, karena serangannya sering menyebabkan tanaman padi menjadi puso. Pada musim kemarau 2016 ini menurut pengakuan petani di Pantura Subang, hama wereng coklat berkembang pesat di beberapa daerah sentra produksi padi di jalur Pantura dan mengakibatkan produksi padi yang diperoleh hanya berkisar 2,5-4 ton/ha. Hal ini perlu diwaspadai oleh petani untuk mempersiapkan pertanaman musim hujan, karena sumber wereng coklat masih banyak terdapat pada ratun-ratun atau singgang yang tumbuh dari tunggul tanaman padi yang dipanen.